[HOAX + HASUT] POLITIK LUAR NEGERI JOKOWI DI ASEAN HANYA UNTUK MENCARI INVESTASI DAN UTANG

SUMBER : MEDIA DARING
https://nusantaranews.co/politik-luar-negeri-jokowi-di-ase…/

NARASI : Pengamat Politik, Muchtar Effendi : “Satu parameter kinerja Jokowi urus politik luar negeri adalah penanganan masalah perbatasan Indonesia dengan 10 negara tetangga. Parameter ini jelas menunjukkan Jokowi masih gagal dan berkinerja buruk. Tidak ada satupun tercapai,”. & “Padahal di ASEAN sendiri, Indonesia menghadapi tantangan di bidang politik keamanan seperti konflik di Marawi, Rohingya, Laut China Selatan, dan lain-lain. Urusan politik keamanan ini jelas lebih susah untuk cari penyelesaian ketimbang urusan ekonomi,”

PENJELASAN : Indonesia memang terkenal menjadi salah satu negara yang selalu aktif menunjukkan kehadirannya di kancah Internasional, terutama dalam upaya mendorong terjadinya kedamaian dunia. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir saja, melalui beberapa misi, Presiden Jokowi menggunakan politik luar negeri sebagai usaha untuk meningkatkan ketahanan nasional dan mewujudkan agenda pembangunan.

Presiden Jokowi dalam Nawacita menegaskan misinya menghadirkan negara untuk melindungi bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional, dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Bahkan saat memasuki tahun 2017, kiprah Indonesia dalam diplomasi luar negeri sering kali mendapat pengakuan dari dunia, salah satunya dalam membantu Muslim Rohingnya yang menjadi korban krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. Beragam diplomasi tersebut menjadi salah satu pendorong posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam lingkup ASEAN.

Kerja keras Pemerintahan Presiden Jokowi juga mendapat pengakuan dari pendiri Foreign Policy Community of Indonesia, Dino Patti Djalal. Dalam pidatonya, Dino mengungkapkan jika Pemerintahan Jokowi telah sukses memajukan Indonesia di kancah ASEAN. Meski banyak mendapat tantangan, Pemerintah Jokowi terbukti sukses secara perlahan memajukan Indonesia di ASEAN.

Namun terkadang hal baik tak berujung dengan sesuatu yang baik. Seperti halnya dengan respon negatif yang diberikan oleh salah satu pengamat politik, Muchtar Effendi. Melalui sebuah media online, Muchtar menyampaikan jika kinerja Jokowi dalam mengurus politik luar negeri gagal dan berkinerja buruk. Muchtar menambahkan jika politik luar negeri Jokowi masuk ke kancah ASEAN hanya untuk sekedar urusan ekonomi dan tidak masuk ke dalam urusan politik keamanan.

Padahal jika melihat kembali kebelakang, hal yang dikatakan oleh Muchtar Effendi tersebut tentu sangat berbending terbalik dengan kenyataan. Peranan Indonesia dalam perdamaian dunia justru sangat terlihat jelas, dan merupakan salah satu bukti seriusnya Indonesia dalam membantu persoalan-persoalan internasional. Sebagai contoh adalah sigapnya Indonesia dalam memberikan respon kasus Rohingnya dan mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Tak berhenti sampai disitu, Kementerian Luar Negeri (KEMENLU) juga sukses membangun sistem perlindungan terhadap WNI yang berada di luar negeri, khususnya para buruh migran. Dan dalam waktu tiga tahun terakhir, kemenlu juga berhasil membangun kerjasama kemanusiaan dan perdamaian, diplomasi kedaulatan, melakukan intensifikasi perundingan CEPA/FTA/PTA, serta menjadi ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) periode 2015-2017.

Dan jika dikatakan bahwa Pemerintahan Jokowi tidak tanggap dengan konflik yang ada di Marawi, tentu hal tersebut dirasa berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Tepatnya bulan juni tahun lalu, Indonesia telah menggagas pertemuan trilateral dengan Malaysia dan Filipina, untuk membahas penyelesaian konflik di Marawi, Filipina. Indonesia juga berkomitmen membantu Filipina untuk memberantas teroris dan menjaga keamanan di Asia Tenggara.

Menurut survey Research Center Media Gruop yang dirilis beberapa waktu lalu, kinerja Kementerian Luar Negeri selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK dinilai sangat memuaskan. Bahkan, kementerian yang dipimpin oleh Retno Marsudi itu disebut sebagai salah satu penyumbang keberhasilan kinerja tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK.

REFERENSI :

https://babel.antaranews.com/…/politik-luar-negeri-era-joko…

https://nusantaranews.co/politik-luar-negeri-jokowi-di-ase…/

http://news.metrotvnews.com/…/ybJMZ04N-politik-luar-negeri-…

https://news.detik.com/…/politik-luar-negeri-3-tahun-jokowi…

http://news.liputan6.com/…/dino-kita-dukung-jokowi-utamakan…

https://www.voaindonesia.com/a/politik-luar-ne…/2490867.html

https://www.cnnindonesia.com/…/berpotensi-jadi-pemimpin-jok…

http://www.solopos.com/…/3-tahun-jokowi-dinilai-sukses-bawa…

http://www.indonesiasatu.co/…/pengamat–presiden-jokowi-ber…

http://www.tribunnews.com/…/indonesia-berkomitmen-bantu-pen…

LINK FAFHH : https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/580065208992685/