(KLARIFIKASI) Keadaan Yogyakarta Pasca Bentrokan Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB)

sumber: http://www.dutawisata.co.id

Fanpage Kota Yogya.com mengklarifikasi tentang keadaan Yogyakarta pasca bentrokan Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB). Berikut klarifikasi keadaan pasca peristiwa tersebut:

MOHON DI SHARE SUDAH BANYAK FAKTA YANG DIPUTARBALIKKAN. ADA APA INI?

MASYARAKAT YOGYAKARTA TETAP KONDUSIF DAN TIDAK TERMAKAN ISU NEGATIF

Paska aksi demo oleh sekelompok mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta di asrama Papua Kamasan Yogyakarta 14 dan 15 Juli 2016, muncul berbagai pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ada pihak pihak yang sengaja menebar isu dengan tujuan mempekeruh keadaan atau membiaskan alasan mengapa aksi tersebut tidak mendapat ijin dan sudah sepatutnya dibubarkan guna menghindari konflik dengan masyarakat dan mencegah munculnya korban.

Berikut beberapa isu yang sengaja disebarluaskan namun bertentangan dengan fakta dilapangan dari hasil pengamatan masyarakat.

1) Berita versi pro mahasiswa: pengepungan dan isolasi thd asrama Papua Kamasan hingga berakibat penghuni kelaparan + sakit.

*Fakta:* upaya petugas agar aksi digelar di dalam asrama guna antisipasi terjadinya keributan di tempat umum.

Di dalam asrama banyak terdapat persediaan makanan shg *tidak* ada yg kelaparan.

2) Berita versi pro mahasiswa: terjadi situasi rusuh dan pemukulan+perusakan oleh peserta aksi thd warga umum yg lewat.

*Fakta:* situasi kondusif.

Ketegangan kecil hanya terjadi saat masa didorong masuk ke dalam asrama.

3) Berita versi pro mahasiswa: tindakan represif petugas saat penangkapan warga Papua tanpa alasan jelas di area belakang asrama.

*Fakta:* saat laks sweeping di area belakang asrama Kamasan, ditemukan 6 warga Papua bersepada motor yg masih berada di luar dan ada yg membawa panah. Saat hendak diberi pengarahan dan ditanya surat identitas/SIM, mereka malah cenderung lari dan ada yg memukul petugas. Mereka juga tidak bisa tunjukan SIM. Maka diamankan.

4) Berita versi pro mahasiswa: mobil PMI yg hendak mengirim logistik & obat2an dihalangi oleh petugas.

*Fakta:* mobil PMI tsb datang karena menindaklanjuti telepon dari seseorang bahwa warga di dalam asrama kelaparan & sakit. Namun setelah datang, ternyata tidak ada kondisi sebagaimana yg dimaksud penelpon gelap tsb. Petugas dr PMI lantas berkoordinasi dg aparat yg jaga lalu pulang.

5) Berita versi pro mahasiswa: warga sekitar menyalurkan bantuan logistik lewat pintu belakang asrama utk warga papua yg terisolir & kelaparan.

*Fakta:* tidak ada penyaluran logistik, di dalam asrama terdapat banyak persediaan makanan. Makanan yg diantar warga merupakan pesanan yg dibeli peserta aksi, supaya mereka tidak perlu keluar asrama.

6) Berita versi pro mahasiswa: tgl 15 Juli 2016 ada 3 wartawan yg terjebak di dalam asrama Kamasan.

*Fakta:* 3 wartawan tsb sudah datang ke asrama kamasan Yogya sejak pagi utk wawancara dan diijinkan masuk serta diterima baik. Namun saat selesai, situasi di luar sudah penuh oleh masa gabungan bbrp ormas dan warga DIY. Utk keamanan, 3 wartawan memilih utk tetap di dalam. Jadi *bukan* terjebak, apalagi penyekapan.

7) Berita versi pro mahasiswa: teriakan & kecaman dari warga DIY yg bernada SARA utk menolak kehadiran warga Papua.

*Fakta:* yang ditolak dan dikecam warga DIY adalah unsur *separatis, dan bukan* mahasiswa Papua.

8) Berita versi pro mahasiswa: tgl 15 Juli 2016 sempat terjadi kontak senjata petugas Brimob vs peserta aksi, shg ada korban nyawa.

*Fakta:* tidak ada kontak senjata dan tdk ada korban nyawa.

9) Pada tgl 15 Juli 2016 warga DIY menggelar aksi bunga di titik nol dg tema “Kitorang Jogja Cinta Papua”.

Aksi tandingan ini utk *menepis* isu2 miring yg menggambarkan bahwa warga DIY rasis dan menolak Papua.

10) Tgl 16 Juli 2016 situasi DIY sudah normal.

DIY tetap aman dan kondusif.

Sumber:

https://www.facebook.com/kotajogjacom/posts/1094606743939723